Jakarta Selatan (03/4/2026) – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Masyarakat Penambang Tradisional Indonesia (AMPETRA) menggelar kegiatan konsolidasi organisasi bersama Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Kalimantan Selatan. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum AMPETRA, Bang Yus, dan berlangsung di Cafe 80 Antasari.
Dalam pertemuan tersebut, hadir Ketua DPW Kalimantan Selatan, Moh Rijali Hadi, didampingi Sekretaris Wilayah Rahmat Hidayat beserta jajaran pengurus daerah. Turut hadir pula Ibu Sitti Nurbaya Ayudia serta RFP QWP yang resmi bergabung sebagai anggota Dewan Penasehat AMPETRA.
Ketua Umum AMPETRA, Bang Yus, dalam arahannya menegaskan pentingnya konsolidasi sebagai langkah strategis untuk memperkuat struktur organisasi dari pusat hingga daerah. Ia menyampaikan bahwa AMPETRA harus mampu menjadi wadah yang solid dan profesional dalam memperjuangkan hak-hak penambang tradisional di seluruh Indonesia.
“AMPETRA bukan hanya organisasi, tetapi juga rumah besar bagi para penambang tradisional. Kita harus memperkuat sinergi dan soliditas agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Bang Yus.

Sementara itu, Ketua DPW Kalimantan Selatan, Moh Rijali Hadi, menyampaikan komitmennya untuk memperkuat peran wilayah dalam mendukung program-program DPP. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pusat dan daerah dalam mengembangkan sektor pertambangan rakyat yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Dengan bergabungnya RFP QWP sebagai anggota Dewan Penasehat, diharapkan dapat memberikan kontribusi strategis dalam pengembangan organisasi, baik dari sisi kebijakan maupun penguatan jaringan.
Kegiatan konsolidasi ini diakhiri dengan diskusi interaktif serta penyusunan rencana kerja ke depan guna memperkuat eksistensi AMPETRA sebagai organisasi yang berperan aktif dalam pembangunan ekonomi masyarakat berbasis pertambangan tradisional.

