Silaturahmi DPP AMPETRA Indonesia di Menara Kuningan, Deklarasi Nasional Dijadwalkan April 2026
Jakarta(13/02) — Dewan Pendiri, Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, Dewan Pengawas, serta beberapa pengurus inti Dewan Pimpinan Pusat AMPETRA Indonesia (Asosiasi Masyarakat Penambang Tradisional Indonesia) menggelar silaturahmi internal yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan di Menara Kuningan lantai 18, Jum’at, 13 Februari 2026.
Kegiatan diawali dengan makan siang bersama, dilanjutkan pengukuran seragam resmi untuk Dewan Kehormatan, Dewan Penasehat, Dewan Pembina, dan Dewan Pengawas, serta ramah tamah sebagai ajang saling mengenal antar pengurus inti.
Acara dibuka oleh Dr. H. Akbar Mursalin, HA, S.Si, SH, M.Si., selaku Ketua Dewan Kehormatan, kemudian dilanjutkan sepatah kata dari jajaran Dewan Kehormatan, di antaranya:
- Tedjo Edhy Purdijatno, Laksamana TNI (Purn)
- Imam Sufaat, Marsekal TNI (Purn)
- Haris Sarjana, Mayjen TNI
- R. Gautama Wiranegara, Mayjen TNI (Purn)
Turut hadir Ketua Umum AMPETRA Indonesia Yusran, Bendahara Umum Sarah Kartika, Ketua Dewan Pembina Prof. Iwan Setiawan, serta Ketua Dewan Pengawas H. Abdul Syukur, Susy Librianty Dewan Penasehat, Brigjen Pol. Endra Zulpan, Massa Djafar, serta Prof. Dr. M. Mulyadi Dewan Kehormatan, serta Bung Anwar Ketua Lawfirm 98.
Hadir pula jajaran Sekretariat Jenderal DPP AMPETRA Indonesia, yakni Heryadi selaku Wakil Sekretaris Jenderal I dan Sari Agustina sebagai Wakil Sekretaris Jenderal II, yang ikut aktif dalam konsolidasi internal serta persiapan menuju Deklarasi Nasional April 2026.
Selain itu, tampak hadir Samsudin Ketua DPW Lampung, Ir. Maya Lapian sebagai pembina, serta Kolonel (Purn) Mansur anggota Dewan Pengawas. Hadir pula Letkol Inf. G. Borlak, S.Sos., MM, yang menambah kuat sinergi lintas elemen dalam konsolidasi nasional AMPETRA.
Dalam sambutannya, Ketua Umum AMPETRA Indonesia Yusran, yang akrab disapa Bang Yus, menyampaikan bahwa Deklarasi Nasional AMPETRA Indonesia direncanakan berlangsung pada April 2026.
Menurut Bang Yus, deklarasi tersebut akan menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan gerakan nasional masyarakat penambang tradisional secara lebih luas, sekaligus meneguhkan komitmen AMPETRA Indonesia dalam memperjuangkan legalitas, kesejahteraan, serta perlindungan hukum bagi penambang rakyat di seluruh Indonesia.
“Silaturahmi ini menjadi fondasi penting untuk menyatukan visi, memperkuat soliditas, dan membangun chemistry antar pengurus. AMPETRA harus hadir sebagai wadah perjuangan yang profesional, bermartabat, dan berkelanjutan,” ujar Bang Yusran.
Sementara itu, Letkol Inf. G. Borlak menyatakan dukungannya terhadap gerakan AMPETRA.
“AMPETRA Indonesia harus berdiri untuk kepentingan rakyat dan kelestarian negeri. Saya melihat AMPETRA hadir bukan hanya untuk penambang, tapi untuk Bumi Pertiwi,” tegasnya.
Di kesempatan yang sama, Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno menegaskan pentingnya kelengkapan legalitas organisasi.
“AMPETRA harus lengkap legalitasnya, mulai dari organisasi sampai holding koperasinya. Ini penting agar perjuangan penambang rakyat berjalan resmi, profesional, dan punya kekuatan hukum yang jelas,” ujarnya.
Dengan semangat persatuan dan kebangsaan, AMPETRA Indonesia menegaskan diri sebagai gerakan rakyat yang berpijak pada nilai Pancasila, kedaulatan sumber daya alam, serta keberpihakan kepada penambang tradisional.
Pertemuan ini sendiri digelar secara terbatas, khusus untuk agenda pengukuran seragam serta ramah tamah internal. Namun kehadiran para tokoh nasional, purnawirawan TNI, serta jajaran Dewan Kehormatan menjadi penanda kuat bahwa AMPETRA Indonesia terus bergerak naik kelas. Silaturahmi tersebut menjadi bukti bahwa AMPETRA kini diperkuat oleh orang-orang hebat lintas latar belakang, sekaligus mengokohkan posisinya sebagai wadah perjuangan penambang rakyat yang semakin solid dan diperhitungkan secara nasional.
(DPP AMPETRA)

