Pagi di sebuah desa di Lampung dulu selalu dimulai lebih cepat bagi Samsudin. Saat anak-anak lain masih bersiap berangkat sekolah, ia sudah membantu ayahnya bekerja sebagai penderes aren untuk membuat gula aren. Kadang setelah itu ia membantu budidaya ikan atau pekerjaan bertani keluarga.
Hidupnya tidak pernah benar-benar mudah sejak kecil.
Bang Sams lahir di Gunung Terang pada 15 Juli 1985 dari keluarga yang sangat sederhana. Ia adalah anak kelima dari tujuh bersaudara. Namun sebuah peristiwa besar mengubah hidupnya sejak dini. Ayahnya meninggal dunia saat adik bungsunya baru berusia sekitar delapan bulan.
Sejak saat itu, kehidupan menuntutnya untuk lebih dewasa dari usianya.
Ibunya dan adik bungsunya kemudian ikut tinggal bersamanya, dan Bang Sams berusaha menjadi tulang punggung keluarga. Ia bertekad bahwa keluarganya harus tetap bertahan, bahkan berkembang.
“Bagi saya, keluarga adalah tanggung jawab yang tidak bisa ditawar,” begitu prinsip yang selalu ia pegang.
Masa Kecil yang Membentuk Karakter
Sejak SD hingga SMK, Bang Sams sudah terbiasa mencari penghasilan sendiri. Ia membuat donat dengan tangannya sendiri, lalu menitipkannya ke warung-warung sebelum berangkat sekolah.
Ketika memasuki masa SMP, perjuangannya semakin keras. Ia berjualan kerupuk kemplang, menjadi pedagang rokok asongan di Terminal Rajabasa, bahkan pernah menjadi kernet angkot jurusan Rajabasa–Tanjung Karang dan Teluk–Tanjung Karang.
Namun ada satu kebiasaan yang jarang diketahui orang.
Bang Sams sering tidur di masjid. Bukan tanpa alasan. Ia ingin bisa bangun lebih pagi, sekaligus memiliki waktu tenang untuk belajar setelah bekerja seharian.
Ayahnya sendiri dikenal sebagai guru ngaji di Bandar Lampung, sehingga nilai-nilai agama dan kedisiplinan sudah tertanam sejak kecil.
Meski hidupnya penuh perjuangan, prestasinya di sekolah tetap bersinar. Ia sering meraih peringkat pertama dan kedua di kelas. Bahkan ia pernah mewakili sekolahnya dalam lomba cerdas cermat saat bersekolah di SMK jurusan Akuntansi Keuangan.
Pendidikan Kehidupan yang Mengubah Jalan
Setelah lulus SMK, Bang Sams mengikuti seleksi pendidikan kewirausahaan melalui program Bina Edukasi Satria Tama yang didukung mitra perusahaan nasional Garudafood.
Dari hampir 350 lulusan SMK yang mengikuti seleksi, hanya enam orang yang diterima. Ia termasuk di dalamnya.
Di tempat itu ia ditempa dengan disiplin tinggi : belajar teori penjualan, komunikasi, kepemimpinan, hingga praktik langsung di lapangan sebagai sales door to door, sales promotion, hingga sales grosir.
Pengalaman tersebut membentuk mental kepemimpinannya.
Namun hidup kembali menghadapkan ujian. Ayahnya mulai sering sakit, sehingga ia harus memutuskan kembali fokus kepada keluarga.
Merantau, Gagal, dan Bangkit Lagi
Bang Sams sempat merantau ke Bogor untuk belajar menjadi desainer interior sambil bekerja sebagai sales gypsum, plafon, dan wallpaper. Tetapi perjalanan itu hanya berlangsung sekitar satu tahun.
Ayahnya sakit keras.
Ia pulang ke Lampung. Tidak lama kemudian, ayahnya meninggal dunia.
Setelah itu, ia mencoba membuka usaha interior sendiri, memproduksi dan memasang gypsum plafon.
Namun usaha tersebut tidak bertahan lama karena perubahan pasar yang mulai beralih ke material PVC.
Ia tidak menyerah.
Bang Sams kemudian beralih ke usaha jual buah, perdagangan hasil bumi seperti kakao, pisang, kopi, dan kelapa, serta sempat menekuni bisnis jaringan.
Hingga akhirnya, takdir membawanya ke jalan kepemimpinan.
Menjadi Kepala Desa di Usia 27 Tahun
Saat tinggal di kampung halaman istrinya di Kabupaten Tanggamus, Bang Sams aktif dalam aktivitas ekonomi masyarakat. Dari situlah ayah mertuanya mendorongnya untuk mencalonkan diri sebagai kepala desa.
Awalnya ia menolak.
Namun dorongan masyarakat semakin kuat.
Takdir kembali berbicara.
Pada tahun 2012, ia maju sebagai calon kepala desa dan terpilih. Saat itu usianya baru 27 tahun.
Selama menjabat hingga awal 2019, Bang Sams dikenal sebagai pemimpin desa yang aktif membangun berbagai fasilitas publik, mulai dari kantor desa, balai desa yang representatif, PAUD, pembangunan jalan desa, jembatan, hingga program kebersihan desa.
Desa tersebut bahkan sering dikunjungi pejabat daerah, mulai dari bupati hingga gubernur Lampung. Ia juga dipercaya menjadi Ketua APDESI tingkat kecamatan.
Yang membuat kisah ini semakin menarik adalah satu fakta :
- Ia bukan asli putra daerah desa tersebut.
- Namun masyarakat menerimanya dengan baik.
Di situlah ia selalu mengingat satu pepatah yang menjadi prinsip hidupnya :
“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.”
Mengakhiri Jabatan dengan Nama Baik
Pada tahun 2019, ketika banyak masyarakat masih menginginkan ia kembali mencalonkan diri sebagai kepala desa, Bang Sams justru memilih mundur dari panggung politik desa.
Ia ingin mengakhiri masa jabatannya dengan nama baik.
Keputusan itu menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan hidupnya.
Beralih ke Dunia Tambang dan Hukum
Setelah tidak lagi menjabat kepala desa, ia dipercaya oleh pengusaha asal Jawa Timur untuk membantu mendirikan perusahaan tambang andesit PT Amadeus Khadijah Al Fatih.
Ia mengurus berbagai proses penting, mulai dari pembebasan lahan hingga perizinan WIUP dan IUP Operasi Produksi.
Namun perusahaan tersebut belum dapat beroperasi hingga saat ini karena persoalan zonasi akses pelabuhan tongkang laut.
Meski demikian, Bang Sams tetap dipercaya bekerja di perusahaan tersebut sejak 2019 hingga sekarang.
Pada saat yang sama, ia memutuskan melangkah ke dunia hukum.
Tahun 2020 ia mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat yang diselenggarakan oleh PERADI Lampung. Dua tahun kemudian, ia resmi diangkat sebagai advokat di Pengadilan Tinggi Lampung.

Kini selain menjadi advokat, ia juga dipercaya memimpin sebagai Ketua DPW Lampung AMPETRA Indonesia, memperjuangkan legalitas dan perlindungan bagi para penambang rakyat.
Prinsip Hidup yang Selalu Dijaga
Hari ini Bang Sams adalah seorang suami dengan satu istri, tiga putra, dan satu putri. Ia masih terus berjuang mengejar mimpi dan membangun masa depan yang lebih baik bagi keluarga dan masyarakat.
Ia dikenal sebagai pribadi yang optimis, pemaaf, rendah hati, dan tegas dalam prinsip.
Ada beberapa pesan hidup yang selalu ia tanamkan :
- Jangan pernah menzalimi orang lain
- Jangan menipu dan jangan berbohong
- Jaga nama baik keluarga
- Lakukan sesuatu yang orang lain tidak berani lakukan, tetapi tetap dengan cara yang terukur dan bertanggung jawab.
Bagi Bang Sams, hidup bukan tentang seberapa cepat seseorang mencapai sukses.
Tetapi tentang seberapa kuat seseorang bertahan dan terus berjalan.
Dan perjalanan itu, baginya, masih panjang.

