Maluku Utara (16/05) – Sosialisasi AMPETRA Indonesia di wilayah Maluku Utara menghasilkan berbagai capaian strategis dalam rangka percepatan program kerja organisasi. Kegiatan yang digelar di Halmahera dan Kota Ternate tersebut sekaligus menegaskan peran Julius sebagai Ketua DPW AMPETRA Indonesia Maluku Utara dalam membangun konsolidasi organisasi hingga tingkat daerah.

Dalam kegiatan tersebut, Julius bersama jajaran pengurus berhasil membentuk delapan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di sejumlah kabupaten/kota di Maluku Utara, yakni :
- Halmahera Utara
- Halmahera Timur
- Halmahera Selatan
- Halmahera Barat
- Halmahera Tengah
- Kepulauan Tidore
- Pulau Taliabu
- Kepulauan Sula
Selain pembentukan DPD, struktur kepengurusan DPW AMPETRA Indonesia Provinsi Maluku Utara juga telah tersusun lengkap sesuai standar organisasi yang ditetapkan DPP AMPETRA Indonesia untuk seluruh wilayah Indonesia.
Julius menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut tidak hanya berfokus pada penguatan organisasi, namun juga pemberdayaan penambang rakyat. Hingga saat ini, sekitar 300 penambang telah terdaftar di bawah koordinasi DPW Maluku Utara yang tersebar di delapan DPD dan telah melengkapi administrasi berupa dokumen identitas diri.
“Ini merupakan langkah awal untuk membangun legalitas, solidaritas, dan perlindungan terhadap para penambang rakyat di Maluku Utara,” ujar Julius dalam keterangannya.
Lebih lanjut, DPW Maluku Utara juga telah menerima 35 Sertifikat Hak Milik (SHM) sebagai lokasi lahan tambang yang akan menjadi area kerja organisasi. Proses pemasangan spanduk penandaan lokasi tambang kini tengah dilakukan di sejumlah titik wilayah.
Tak hanya itu, sekitar 20 SHM tambahan disebut akan segera menyusul untuk mendukung pengembangan aktivitas pertambangan rakyat di Maluku Utara.
DPW AMPETRA Indonesia Maluku Utara juga tengah mengarahkan proses sertifikasi lahan-lahan potensial yang tersebar di berbagai kabupaten dengan total cakupan mencapai puluhan ribu hektare.
Seluruh data dan dokumen hasil sosialisasi tersebut nantinya akan disampaikan langsung kepada Ketua Umum DPP AMPETRA Indonesia sebagai bahan koordinasi dan percepatan pelaksanaan Program Kerja 100 Hari organisasi.
Dengan terbentuknya struktur organisasi hingga tingkat daerah dan bertambahnya dukungan penambang rakyat, DPW Maluku Utara optimistis dapat menjadi salah satu motor penggerak utama AMPETRA Indonesia di kawasan timur Indonesia.
“Salam AMPETRA… Salam Ibu Pertiwi,” tutup Julius.

